Sistem Bilangan Biner


Manusia biasanya menggunakan sistem bilangan berbasis radix 10 atau disebut sistem bilangan desimal (decimal), sedangkan untuk komputer dan perangkat elektronik lainnya hanya mengenal nilai high atau low, 'on' atau 'off', hidup atau mati, yang mana direpresentasikan dalam sistem bilangan biner (binary) atau radix 2. Sistem bilangan biner digunakan komputer karena nilai 1 dan 0 merepresentasikan level tegangan 'on' dan 'off'.
Sebelum mempelajari lebih jauh tentang sistem bilangan biner, mari mengulas ulang sedikit mengenai sistem bilangan desimal. Sistem bilangan desimal memiliki nilai 0, 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, dan 9, dengan radix 10. Misal nilai desimal 1024, itu terdiri dari 1-ribuan, 0-ratusan, 2-puluhan, dan 4-satuan. Dengan radix 10, maka.

1024 = (1 * 103) + (0 * 102) + (2 * 101) + (4 * 100)
1024 = (1 * 1000) + (0 * 100) + (2 * 10) + (4 * 1)
1024 = 1000 + 0 + 20 + 4

Konversi antar dua sistem bilangan tersebut mungkin untuk dilakukan, dari biner menjadi desimal atau juga sebaliknya. Berikut ini ialah cara mengubah nilai dari desimal menjadi biner.

Mengubah Desimal menjadi Biner
Semisal mengubah nilai 20 dalam basis biner.
20/2 = 10 sisa 0 (LSB – Least Significant Bit)
10/2 = 5 sisa 0
5/2 = 2 sisa 1
2/2 = 1 sisa 0
1/2 = 0 sisa 1 (MSB – Most Significant Bit)
Sehingga, 20 = (10100)2.

Mengubah Biner menjadi Desimal
Semisal mengubah nilai (10100)2 dalam basis desimal.
101002 = 14 + 03 + 12 + 01 + 00
LSB 0 * 20 = 0 * 1 = 0
0 * 21 = 0 * 2 = 0
1 * 22 = 1 * 4 = 4
0 * 23 = 0 * 8 = 0
MSB 1 * 24 = 1 * 16 = 16
Hasilnya = 0 + 0 + 4 + 0 + 16 = 20
Jadi, (10100)2 = 20.

Beberapa istilah terkait dengan sistem bilangan biner.
  • MSB (Most Significant Bit), ialah nilai bit paling besar, atau secara sederhana ialah bit yang berada di sisi paling kiri dari suatu bilangan biner.
  • LSB (Least Significant Bit), ialah nilai bit paling kecil, atau secara sederhana ialah bit yang berada di sisi paling kanan dari suatu bilangan biner.
  • 1 nible setara dengan 4 bit.
  • 1 Byte setara dengan 8 bit.
  • 1 Word setara dengan 2 Byte atau 16 bit.
  • 1 Double Word setara dengan 2 Word atau 4 Byte atau 32 bit.

Selain sistem bilangan biner dan desimal, dikenal pula sistem bilangan lainnya seperti oktal (octal) radix 8, juga heksadesimal (hexadecimal) radix 16. Nilai oktal dari 0, 1, 2, 3, 4, 5, 6, dan 7, dengan radix 8. Sedangkan sistem bilangan heksadesimal terdiri dari 16 anggota, yakni 0, 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, 9, A, B, C, D, E, dan F. Nilai A, B, C, D, E, dan F masing-masing merepresentasikan nilai lebih dari 9, dengan A setara 10, B setara 11, C setara 12, D setara 13, E setara 14, dan F setara 15. Berikut ini ialah tabel singkat konversi setiap sistem bilangan yang telah disebutkan sebelumnya.

Decimal Binary Octal Hexadecimal
0100208016
1101218116
21010228216
31011238316
410100248416
510101258516
610110268616
710111278716
81010002108816
91010012118916
101010102128A16
111010112138B16
121011002148C16
131011012158D16
141011102168E16
151011112178F16