Teori Psychology Cinta


Cinta merupakan sesuatu hal yang kadang rumit karena lebih berlandaskan atas dasar perasaan dibandingkan logika akal sehat. Seorang ahli psychology bernama John Allen Lee mendefinisikan cinta dalam tiga bentuk yakni Eros, Storge, dan Ludus.


<img src="ace_heart.png" alt="ace_heart">


Eros
Eros berasal dari nama dewa dalam mitologi Yunani. Eros dapat diartikan sebagai cinta dengan daya dan hasrat yang kuat. Muncul karena daya tarik penampilan, sering terjadi cinta pada pandangan pertama.

Storge
Storge dalam Bahasa Yunani berarti kasih sayang. Merupakan cinta yang tumbuh karena dibina secara bertahap dengan melakukan kegiatan bersama-sama, bentuk mutual.

Ludus
Ludus berasal dari Bahasa Latin yang mana berarti bermain, tidak aneh bila menganggap cinta hanya sebagai mainan. Tidak puas hanya dengan memiliki satu pasangan, karena ingin merasakan petualangan 'bermain' tersebut.

Sedangkan Robert Stenberg memiliki definisi berbeda tentang bentuk cinta. Ia membagi tiga komponen utama yakni kedekatan (intimacy), gairah (passion), dan komitmen (commitment) dalam cinta. Berdasarkan ketiga komponen tersebut ia membuat delapan point cinta yakni:
  • Non-Love, suatu kondisi dimana ketiga komponen tersebut tidak ada. Bisa dikatakan sama sekali tidak ada ketertarikan untuk menjalin hubungan asmara.
  • Liking, perasaan suka karena kedekatan atas kegiatan yang dijalani bersama, tanpa hasrat memiliki dan komitmen.
  • Infatuated Love, perasaan ingin memiliki tanpa kedekatan hubungan dan komitmen di dalamnya.
  • Empty Love, cinta yang kosong, hanya memberi pengorbanan pada sosok yang disukai, tanpa memperoleh kedekatan dan gairah.
  • Romantic Love, cinta dengan kedekatan dan gairah tanpa komitmen. Kadang di dalamnya terdapat kebosanan dengan pasangan. Biasa pada awal cinta yang belum dewasa.
  • Companionate Love, cinta untuk saling berbagi dan menemani. Dengan berdasar pada komitmen dan kedekatan, sedikit gairah di dalam hubungan tersebut.
  • Fatuous Love, cinta jarak jauh. Adanya komitmen dan gairah tanpa kedekatan, entah karena jarak maupun kondisi yang memisahkannya.
  • Consumate Love, kondisi ketiga komponen terpenuhi, adanya komitmen, gairah, dan kedekatan.
Dengan mengesampingkan Non-Love, maka Empty Love merupakan kondisi yang paling mengenaskan, karena hanya memberi, namun tidak memperoleh balasannya.